VINA AZKA AMALIA, LULUSAN BERPRESTASI MAN 1 KOTA MALANG RAIH PRESTASI TAHFIDZ 30 JUZ TEMPUH STUDI 2 TAHUN MASUK PTN MELALUI JALUR SNMPTN

Malang (MAN 1 Kota Malang). Di akhir tahun pelajaran 2020/2021 ini, MAN 1 Kota Malang patut bersyukur dan bergembira hati, karena ada 5 lulusan MAN 1 Kota Malang raih prestasi sebagai Hafizah 30 Juz, salah satunya, adalah Vina Azka Amalia, kela XII Agama. Yang sangat mengagumkan lagi ananda Vina, demikian ananda biasa kami panggil, termasuk anak yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, karena anada menempuh studi di MAN 1 Kota Malang dalam waktu 2 tahun atau 4 semester saja.

Berikut ini kami sampaikan biografi ananda, tekait pendidikan dan perjuangannya sehingga menjadi seorang Hafizah.

Biografi Singkat

Nama saya Vina Azka Amalia, saya lahir di Malang pada tanggal 5 April 2004, saya adalah anak kedua dari dua bersaudara. Saya terlahir dari keluarga yang sederhana, ibu dan ayah saya adalah seorang guru. Pertamakali saya masuk sekolah di tahun 2007 saat usia saya genap 4 tahun yaitu di TK Muslimat Jambearjo Tajinan. Pada tahun 2010 ketika saya berumur 6 tahun, saya memulai pendidikan di MINU Miftahul Ulum, Jambearjo Tajinan Malang, kemudian setelah lulus pada tahun 2016 saya melanjutkan pendidikan saya di MTsN 1 Kabupaten Malang. Waktu itu saya juga mendalami ilmu agama saya di pondok pesantren Shirotul Fuqaha', di sinilah saya memulai menghafal Al-Quran, dan setelah lulus saya berhasil menghafal 6 juz. Setelah itu saya melanjutkan pendidikan di MAN 1 Kota Malang, dengan target menyelesaikan pendidikan hanya 2 tahun. Waktu itu saya tinggal di Ma’had Darul Hikmah MAN 1 Kota Malang dan melanjutkan hafalan Al-Quran saya di almamater tersebut. Di tahun pertama saya telah menyelesaikan 10 juz, dan pada pertengahan semester 2 muncul wabah virus corona atau covid-19, sejak saat itu semua kegiatan madrasah maupun ma’had dilakukan secara daring. Namun, hal itu yang menjadikan saya lebih bersemangat untuk menghafal al Quran, karena semakin banyak waktu luang. Setelah penghujung masa studi saya di MAN 1 Kota Malang, alhamdulillah saya telah menyelesaikan hafalan Al-Quran 30 juz. Setelah itu saya melanjutkan pendidikan saya diterima melalui jalur SNMPTN di Universitas Negeri Malang (UM).

Obsesi dan Tekad

Orang berjalan tentu memiliki tujuan, dan untuk mencapai tujuannya itu perlu rancangan-rancangan atau kiat-kiat yang bisa memudahkan. Begitu pula dalam menghafalkan Al-Quran, untuk mencapai 30 juz tentu diperlukan kiat-kiat yang tepat agar dalam proses menghafal tidak banyak menemukan kendala. Menurut saya kiat-kiat dalam menghafalkan Al-Quran yang pertama yaitu harus ada niat dan kemauan pada diri sendiri untuk menghafalkan Al-Quran, niat ikhlas yang tertanam kuat akan mengantarkan kita ke tempat tujuan yang diinginkan, serta menjadi benteng terhadap kendala-kendala yang dilaluinya. Kedua, berdo’a kepada Allah Swt. agar dimudahkan dalam menghafal al Qur’an, dan yakin pada diri sendiri bahwa kita pasti bisa karena Allah SWT. akan mempermudahkannya. Ketiga, meminta do’a kepada kedua orang tua serta guru, karena ridho dari orang tua dan guru akan memberikan kemudahan dalam proses menghafal. Keempat, menetapkan target hafalan dan berusaha untuk mencapai target tersebut. Dengan memiliki target yang jelas, kita akan lebih mudah dalam mendorong diri untuk terus semangat dalam menghafal. Kelima, istiqamah menambah dan mengulang hafalan. Keenam, senantiasa mendekatkan diri terhadap Al-Quran. Terakhir, berusaha melawan hawa nafsu yang menyebabkan kita lalai dalam menghafalkan Al-Quran.

Memang tak semudah yang kita bayangkan untuk menghafalkan Al-Quran, tetapi jika kita mempunyai tekad dan keinginan yang kuat insya Allah, Allah akan memudahkan jalan kita untuk bisa menghafalnya. Tentu dalam proses menghafal banyak rintangan yang harus kita hadapi. Pertama mudah lupa ketika proses menghafal Al-Quran, memang semua manusia itu pernah lupa, tetapi saya tidak akan membiarkan sifat lupa itu menjadikan saya malas untuk menghafalnya. Kedua manajemen waktu, karena ada beberapa hal seperti banyaknya tugas sekolah yang harus diselesaikan, jadi sebisa mungkin saya harus membagi waktu dengan tepat agar semua aktivitas berjalan dengan baik dan maksimal. Ketiga munculnya rasa putus asa, beberapa kali saya ingin menyerah, hal itu terjadi karena saat itu target hafalan saya yang tidak tercapai, akan tetapi saya ingat akan tujuan awal saya menghafalkan Al-Quran, dan beberapa kali guru saya memberikan motivasi untuk selalu semangat dan melawan rasa putus asa itu. Keempat lingkungan, sebelum pandemi covid-19 yang mengharuskan semua kegiatan dilakukan di rumah, saya mempunyai lingkungan yang sangat mendukung, seperti banyak teman teman saya yang juga menghafalkan Al-Quran. Tetapi sejak saya menghafalkan Al-Quran di rumah, saya tidak mempunyai teman untuk bisa menghafalkan bersama, tetapi seiring berjalannya waktu saya mulai terbiasa untuk menghafalkan sendiri. Kelima kelelahan fisik dan pikiran, ketika saya capek entah itu fisik maupun pikiran, biasanya saya istirahat terlebih dahulu atau melakukan hal-hal yang saya senangi. Setelah rasa capek itu hilang saya memulai lagi aktivitas seperti biasanya. Keenam yaitu kurangnya percaya diri pada diri saya, banyak sekali mindset negatif yang menghalangi saya untuk ikhtiar menghafalkan Al-Qur’an. Tetapi orang tua, guru dan orang-orang di sekitar saya selalu memberikan motivasi dan support agar saya selalu percaya diri dan yakin bahwa Allah SWT. pasti akan mempermudahkan.

Demikian, kisah atau liku-liku ananda Vina Azka Amalia dalam berjuang menuju prestasi mulia sebagai seorang Hafizah. Semoga bisa menginspirasi kepada yang lain, kepada siapapun yang membaca kisah di atas. Tidak ada yang mudah untuk meraih prestasi gemilang, namun tidak ada yang mustahil jika kita telah memiliki tekad yang kuat dan bulat. Kita do’akan semoga Ananda Vina Azka Amalia mampu menjaga, merawat serta memelihara hafalannya untuk seterusnya, amin ya Rabbal alamin. (Humas)

Abdurrohim

Penulis yang bernama Abdurrohim ini merupakan Pegawai Kantor Kementerian Agama Kota Malang yang berstatus PNS dan memiliki jabatan sebagai Waka Humas.